Cerpen:
12 Menit untuk Selamanya
Kanya Aulia adalah gadis berumur 15 tahun. dia sedang menduduki bangku kelas X di sekolah sman 13 garut. Disekolahnya itu dia mengikuti ekstrakulikuler Marching Band yang bernama Gita Citra Kharisma atau sering disingkat GCK. Disana dia memegang alat pianika. Setelah beberapa bulan ini dia dan teman-teman ekstrakulikulernya sedang berlatih dilapangan melawan panas terik dan hujan karena mereka akan mengikuti Festival pada 26 Januari 2019 yang bertempatan di GOR Sudirman garut.
Pada suatu hari kanya pulang dari latihan itu jam setengah 6 sore hari dan karena jarak sekolah dengan rumahnya cukup jauh dan dia pulang menggunakan transportasi umum, dia baru sampai dirumah kedua orangtuanya jam 6 sore. Ketika dia sampai didepan rumah sudah berdiri ibunya didepan pintu kayaknya sih dia sedang menunggunya pulang.
“Assalamu’alaikum” ucap kanya sambil dia mencium tangan ibunya
“Wa’alaikumsalam” jawab ibunya dengan ekspresinya yang keliatan tidak bagus
“Dari mana aja kamu, jam segini baru inget pulang?”lanjutnya
“Maaf bu, aku tadi selepas pulang sekolah latihan dulu MB”jawab kanya dengan gugup
“MB, MB, dan MB. Apa kamu engga cape terus aja latihan sampai sore dan pulang selalu pas mau magrib. Tubuh kamu juga butuh istirahat yang cukup kalo begini terus istirahat kapan? Bisa-bisa kalo begini terus kamu bisa sakit. Dan juga kamu itu harus belajar dengan benar untuk masa depan kamu, awas aja jangan sampai nilai kamu jadi anjlok yaa…” Omel ibunya
“Cape sih cape bu tapi bagaimana lagi kan sudah H-7 menuju festival jadi sekarang sudah mulai dilatih setiap hari buat bisa menampilkan yang terbaik bu. Saya juga pasti akan bisa membagi waktu untuk istiraht dan belajar bu”kanya menjawab
“yaaa terserah kamu lah ibu juga udah pusing mengomelimu”ucap ibunya sambil pergi masuk ke dalam rumah dengan ekspresi yang tidak mengenakan.
Kanya hanya bisa menghirup udara karena bagaimana pun dia tidak bisa berhenti ditengah jalan bahkan sebentar lagi menuju festival. Diapun lalu masuk kerumahnya dan langsung kekamarnya untuk beristirahat. Di hari-hari berikutnya ibunya pun sama seperti itu.
Tidak terasa sekarang sudah H-3 menuju festival, karena sudah menjadi tradisi,
sebelum festival MB selalu tampil dihadapan para orang tua pemain. Hal itu dilakukan karena apabila ada orang tua siswa yang tampil tidak bisa menonton ke garut maka bisa menonton disekolah dan pada saat itu mereka (para pemain MB) telah menampilan penampilannya. Setelah itu, pembawa acara (mc) memberikan waktu untuk berfoto bersama orang tuanya yang datang. Kanya dapat melihat bagaimana teman-temannya yang bergembira ria berfoto bersama, Dan dengan para orangtuanya. Sedangkan, kanya hanya bisa melihatnya karena kedua orangtuanya tidak bisa datang. Rasa sedihpun menghampiri tetapi kanya menutupi rasa sedihnya itu dengan senyuman.
sebelum festival MB selalu tampil dihadapan para orang tua pemain. Hal itu dilakukan karena apabila ada orang tua siswa yang tampil tidak bisa menonton ke garut maka bisa menonton disekolah dan pada saat itu mereka (para pemain MB) telah menampilan penampilannya. Setelah itu, pembawa acara (mc) memberikan waktu untuk berfoto bersama orang tuanya yang datang. Kanya dapat melihat bagaimana teman-temannya yang bergembira ria berfoto bersama, Dan dengan para orangtuanya. Sedangkan, kanya hanya bisa melihatnya karena kedua orangtuanya tidak bisa datang. Rasa sedihpun menghampiri tetapi kanya menutupi rasa sedihnya itu dengan senyuman.
Dan akhirnya hari yang dinanti-nantikan oleh mereka tibayaitu hari dimana tepatnya mereka akan mengikuti festival. Sekitar jam 06.00 pagi mereka berkumpul untuk berangkat menuju GOR Sudirman garut. Mereka ke garut mengunakan beberapa angkutan umun sedangkan alatnya memakai mobil salah satu guru disekolah itu. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh mereka sampai digarut, mereka beristirahat dahulu. lalu, bersiap-siap mulai dari mengganti pakaian sampai bermake-up.
Setelah penampilan dari unit yang sedang tampil waktunya GCK yang akan tampil berikutnya. Mereka sedang menunggu didepan gerbang dengan perasaan yang mulai cemas menunggu nama unit mereka dipanggil. Sebelum itu mereka diajak berkumpul oleh pelatihnya untuk mengucapkan do’a bersama-sama supaya unit mereka bisa menampilkan yang terbaik dan bisa memuaskan para penontonnya. Setelah mereka selesai berdo’a, mereka menggabungkan tangan mereka.
“Marchingband….” Pimpin si pelatih
“Gita Citra Kharisma” ucap mereka serentak.
Dan saatnya tiba unit marching band Gita Citra Kharisma
dipanggil. setelah itu mereka berjalan sambil diiringi oleh suara pukulan salah satu snare dan dari situ mereka mulai tegang tetapi setelah melihat dan mendengar bagaimana banyaknya pendukung GCK yang datang dan memberikan dukungannya. Terutama bagi kanya karena dia tidak menyangka bahwa kedua orang tuanya datang dan hal tersebut membuat sia bahagia dan semangat untuk menampilkan yang terbaik.
dipanggil. setelah itu mereka berjalan sambil diiringi oleh suara pukulan salah satu snare dan dari situ mereka mulai tegang tetapi setelah melihat dan mendengar bagaimana banyaknya pendukung GCK yang datang dan memberikan dukungannya. Terutama bagi kanya karena dia tidak menyangka bahwa kedua orang tuanya datang dan hal tersebut membuat sia bahagia dan semangat untuk menampilkan yang terbaik.
12 menit telah berlalu mereka sudah menampilkan penampilannya dengan sebaik mungkin. Dan rasa lega menghampiri semuanya. Setelah itu mereka tinggal menunggu pengumuman siapa yang menjadi juara. sambil menunggu mereka diperbolehkan untuk menonton unit lain tampil. Pada saat itu kanya menghampiri kedua orang tuanya dan langsung disambut dengan pelukan dari mereka.
“Ayah, ibu... “Teriak kanya
“kanya... “jawab mereka
“Makasih yaa kalian telah menyempatkan waktu buat nonton kanya” ucapnya dengan rasa haru
“iya kanya sama-sama, orang tua mana sih yang tidak bisa menyempatkan waktunya buat melihat anaknya” ucap ayahnya kanya
“hehe iya sekali lagi makasiih” ucap kanya sambil terkekeh dan dilanjuti kedua orang tuanya itu terkekeh
“dan ibu minta maaf yaa selama kamu latihan ibu selalu mengomeli kamu yang tidak-tidak” kata ibunya dengan tatapan sendu
“iya engga apa-apa ibu, kanya tahu itu juga semuanya buat kebaikan kanya sendiri dan kanya juga tahu bahwa hal itu merupakan kasih sayang serta kekhawatiran seorang ibu kepada anaknya. Makasih karena ibu telah sayang dan peduli sama kanya” jawab kanya dengan terharu
“makasih kembali sayang... “ucap ibunya sambil lebih mengeratkan pelukannya
Setelah acara haru-haruannya, mereka sekarang saatnya mendengarkan pengumuman unit mana yang menang.
Tak disangka-sangka GCK meraih juara umum pertama dengan mendapatkan 12 piala dari berbagai kategori. Mereka semua terharu dan secara bersama-sama melakukan sujud syukur ditengah-tengah lapangan. Dari sana semua mereka merasa bahagia karena tidak sia-sia mereka berlatih secara rutin akhirnya mendapat kejuaraan. Memang benar sebuah hasil tidak akan mengkhianati proses dan merekapun bangga bisa mengharumkan nama baik sekolah dengan kejuaraannya itu. Dan itu adalah pengalaman selama 12 menit yang tak kan terlupakan untuk selamanya.
Tak disangka-sangka GCK meraih juara umum pertama dengan mendapatkan 12 piala dari berbagai kategori. Mereka semua terharu dan secara bersama-sama melakukan sujud syukur ditengah-tengah lapangan. Dari sana semua mereka merasa bahagia karena tidak sia-sia mereka berlatih secara rutin akhirnya mendapat kejuaraan. Memang benar sebuah hasil tidak akan mengkhianati proses dan merekapun bangga bisa mengharumkan nama baik sekolah dengan kejuaraannya itu. Dan itu adalah pengalaman selama 12 menit yang tak kan terlupakan untuk selamanya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar